themagazinescope.com – Di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, semangat belajar seorang siswi menjadi cerminan kerasnya akses pendidikan di daerah terpencil. Hikmah Ayatulhusna (15) harus menempuh perjalanan sekitar 15 kilometer setiap hari untuk sampai ke sekolahnya, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Salafiyah Syafi’iyah di Desa Banuroja, Kecamatan Randangan.
Perjalanan Penuh Tantangan
Hikmah tinggal di kawasan transmigrasi Sandalan Maluku4d, Desa Puncak Jaya, Kecamatan Taluditi. Setiap hari ia menghadapi jalan terjal berdebu, kawasan perbukitan tandus, dan yang paling menantang: menyeberangi Sungai Randangan dengan perahu getek atau rakit.
Saat tiba di tepi sungai, ia harus menuruni tebing curam dan meniti papan kecil untuk menaikkan motornya ke atas getek. Kondisi ini sudah menjadi rutin baginya. Namun, Maluku4d ketika sungai meluap, perjalanan sering terhenti karena rakit tidak berani melintas, memaksanya kembali ke rumah meski jarak tempuh sudah jauh.
Ayahnya, Budiyono, menceritakan bahwa anaknya pernah mengalami mogok karena kehabisan bensin atau ban bocor di tengah jalan sepi dekat hutan.
Semangat yang Tak Padam
Meski perjalanan sangat berat, Hikmah tetap bersemangat. Ia merupakan satu-satunya siswa dari wilayahnya yang bersekolah di madrasah tersebut Maluku4d. Cita-citanya menjadi pramugari menjadi motivasi utama.
“Ibu selalu berpesan saya harus tetap sekolah bagaimanapun kondisinya. Ilmu itu penting,” ujarnya.
Pesan Menyentuh untuk Presiden
Di tengah keterbatasan itu, Hikmah menyampaikan harapan kepada Pemerintah Pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto. Ia berharap desa mereka bisa diperhatikan Maluku4d, terutama pembangunan jalan dan jembatan yang layak.
“Saya senang kalau Pak Presiden Prabowo datang dan melihat kondisi di Sandalan, apalagi kalau mau membangun jalan dan jembatan,” kata Hikmah.
Bagi anak-anak di pedalaman Pohuwato, infrastruktur bukan sekadar fasilitas, melainkan penopang utama agar mereka bisa terus bersekolah dan mengejar cita-cita.
Kisah Hikmah menjadi potret nyata Maluku4d bahwa semangat belajar di daerah terpencil masih sangat kuat, meski harus dibayar dengan perjuangan fisik yang luar biasa setiap harinya.











Leave a Reply