Dampak Positif Penyelenggaraan MotoGP Mandalika bagi Pariwisata Nasional

themagazinescope.com – Empat hari lalu, Sirkuit Pertamina Mandalika di Lombok Tengah kembali di penuhi puluhan ribu penonton dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 (9 sampai 11 Oktober).

Menurut laporan ANTARA, jumlah penonton tiga hari mencapai 157.875 orang, rekor baru sejak MotoGP pertama kali di gelar di sana pada 2022. Di balik raungan mesin, ada pertanyaan yang lebih menarik: apa sebenarnya manfaat ajang ini bagi pariwisata Indonesia, dan seberapa kuat buktinya?

 

Dampak Positif yang Tercatat

1. Lonjakan kunjungan dan okupansi hotel

Rekor penonton terus naik dari tahun ke tahun, dari sekitar 121 ribu (2024) ke sekitar 140 ribu (2025) dan sekitar 158 ribu (2026).

Pada 2025, seluruh hotel di kawasan KEK Mandalika di laporkan terisi penuh, dan rata-rata okupansi hotel di Lombok mencapai 93 persen (Kota Mataram sekitar 90 persen), menurut Dinas Pariwisata NTB. Ini hasil nyata bagi sektor akomodasi, restoran, dan transportasi.

2. Efek sebar ke luar kawasan sirkuit

Gubernur NTB menyebut permintaan kamar tidak hanya di Mandalika, tetapi meluas hingga “ring 2” di Mataram dan “ring 3” di Senggigi, bahkan dengan harga lebih tinggi pada periode itu. Maskapai juga menambah penerbangan ke Lombok (misalnya Citilink pada 2025 dan tambahan dari InJourney). Artinya, manfaatnya mengalir ke destinasi lain di Pulau Lombok dan rantai pasok perjalanan.

3. Promosi destinasi ke audiens global

Siaran MotoGP di laporkan menjangkau hampir 200 negara; MGPA memperkirakan total penonton televisi global sekitar 300 juta (akumulasi tayangan 119 stasiun di 200 negara pada 2024, ini angka estimasi penyelenggara). Nama Mandalika dan Lombok tampil di layar dunia, bentuk paparan yang sulit dicapai oleh promosi konvensional. Panitia juga mengenalkan budaya lokal dalam rangkaian acara.

4. UMKM dan tenaga kerja lokal

  • Pada 2024, sekitar 800 UMKM dan 2.750 tenaga kerja disebut terlibat; seorang pedagang kaus melaporkan omzet hingga Rp40 juta selama acara.
  • Pada 2026, pelaku UMKM di stan resmi melaporkan omzet harian Rp3 juta sampai Rp5 juta; seorang pengrajin tenun menyebut penjualan hingga Rp10 juta dalam periode acara. Gubernur NTB menyebut UMKM yang masuk kompleks sirkuit bertambah dari sekitar 100 tahun lalu menjadi sekitar 500 tahun ini (cakupan penghitungan berbeda dari angka 2024, jadi jangan dibandingkan langsung).
  • Warga lokal terlibat sebagai marshal, terapis, dan tenaga pendukung lain.

Catatan: ini kisah dan data selama acara; keberlanjutan usahanya setelah acara perlu pemantauan terpisah.

5. Percepatan infrastruktur dan investasi KEK Mandalika

Kehadiran sirkuit mempercepat pembangunan kawasan. Hingga akhir 2025, ITDC mencatat investasi kumulatif di KEK Mandalika sekitar Rp6,018 triliun dengan serapan tenaga kerja 26.002 orang (data pengelola). Pengembangan infrastruktur dasar juga didukung pendanaan AIIB (proyek MUTIP) untuk jalan, air bersih, sanitasi, dan fasilitas lain.

ITDC juga melaporkan kerja sama investasi hotel mewah bernilai sekitar Rp2,1 triliun di kawasan Tanjung Aan. Sirkuit sendiri dibangun dengan kontrak konstruksi bernilai Rp6,5 triliun (menurut catatan Wikipedia) dan diresmikan pada 12 November 2021.

6. Penguatan ekosistem sport tourism

Mandalika kini menjadi lokasi berbagai ajang: Asia Road Racing Championship, Moto4 Asia Cup, dan GT World Challenge Asia (2025 sampai 2026), selain MotoGP. Menpar menyebut ajang ini membawa perkembangan positif bagi wisata olahraga Indonesia. Secara global, panduan dari kementerian mengutip survei Expedia bahwa sekitar 44 persen wisatawan bersedia bepergian demi event olahraga, dan wisatawan olahraga cenderung berbelanja lebih besar (sekitar US$1.600 per kunjungan dalam angka yang dikutip). Contoh nasional lain: Pocari Sweat Run di Lombok menarik sekitar 9.000 peserta (70 persen dari luar daerah) dengan dampak ekonomi sekitar Rp85,5 miliar menurut data yang dikutip pemerintah.

7. Model bagi destinasi lain

Mandalika adalah salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas, dengan tema “Sports & Entertainment Destination”. Kesuksesan acara internasional di sana menjadi pelajaran bagi destinasi lain: atraksi unik + infrastruktur + kalender acara tahunan dapat menciptakan alasan kunjungan yang konsisten.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *